Nasionalisme
Nasionalisme adalah paham yang memandang bahwa
kelompok-kelompok di suatu bangsa memiliki kesamaan budaya, bahasa, wilayah,
cita-cita dan tujuan. Istilah nasionalisme berasal dari kata bahasa Latin natio
yang berarti ’kelahiran’ atau ’macam-macam ikatan yang didasarkan pada satu
garis keturunan yang sama’. Arti kata natio kemudian mengalami
perubahan. Dalam bahasa Inggris, natio berubah menjadi nation
yang berarti ’bangsa’ atau ’sekelompok manusia yang tinggal di suatu daerah
tertentu, memiliki kasadaran untuk bersatu karena memiliki nasib, cita-cita,
dan tujuan yang sama’. Dengan demikian, nasionalisme berarti perasaan cinta
dari semua komponen bangsa terhadap bangsa dan tanah airnya yang timbul karena
kesamaan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan
berkeinginan untuk mempertahankan serta mengembangkannya sebagai milik bersama.
a. KEMUNCULAN NASIONALISME DI
INDONESIA
Sejak abad 19 dan abad 20 muncul benih-benih nasionalisme
pada bangsa Asia Afrika khususnya Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya
nasionalisme :
1) Faktor dari dalam (internal)
a. Kenangan kejayaan
masa lampau
Bangsa-bangsa Asia dan Afrika sudah pernah mengalami masa
kejayaan sebelum masuk dan berkembangnya imperialisme dan kolonialisme barat.
Bangsa India, Indonesia, Mesir, dan Persia pernah mengalami masa kejayaan
sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kejayaan masa lampau mendorong
semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan. Bagi Indonesia kenangan
kejayaan masa lampau tampak dengan adanya kenangan akan kejayaan pada masa
kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Dimana pada masa Majapahit, mereka mampu
menguasai daerah seluruh nusantara, sedangkan masa Sriwijaya mampu berkuasa di
lautan karena maritimnya yang kuat.
b. Perasaan senasib dan sepenanggungan
akibat penderitaan dan kesengsaraan masa penjajahan
Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa
terhadap bangsa Asia, Afrika mengakibatkan mereka hidup miskin dan menderita
sehingga mereka ingin menentang imperialisme barat.
c. Munculnya golongan cendekiawan
Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya golongan
cendekiawan baik hasil dari pendidikan barat maupun pendidikan Indonesia
sendiri. Mereka menjadi penggerak dan pemimpin munculnya organisasi pergerakan
nasional Indonesia yang selanjutnya berjuang untuk melawan penjajahan.
d. Paham nasionalis yang berkembang
dalam bidang politik, sosial ekonomi, dan kebudayaan
i. Dalam bidang
politik, tampak dengan upaya gerakan nasionalis menyuarakan aspirasi masyarakat
pribumi yang telah hidup dalam penindasan dan penyelewengan hak asasi manusia.
Mereka ingin menghancurkan kekuasaan asing/kolonial dari Indonesia.
ii.
Dalam bidang ekonomi, tampak dengan adanya usaha penghapusan eksploitasi
ekonomi asing. Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari
kesengsaraan dan kemelaratan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa
Indonesia.
iii. Dalam
bidang budaya, tampak dengan upaya untuk melindungi, memperbaiki dan
mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena masuknya budaya
asing di Indonesia. Para nasionalis berusaha untuk memperhatikan dan menjaga
serta menumbuhkan kebudayaan asli bangsa Indonesia.
2) Faktor dari luar (eksternal)
a)
Munculnya Paham-Paham Baru
Munculnya
berbagai paham-paham baru seperti nasionalisme, komunisme, imperialisme yang
salah satunya pernah digunakan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional
di indonesia.
b)
Kemenangan Jepang atas Rusia
Kemenangan
dalam peperangan jepang melawan rusia membuat semangat bangsa-bangsa Asia
Afrika terpacu dalam melawan bangsa asing di negerinya atau penjajah.
c)
Perkembangan Nasionalisme di berbagai negara
Banyaknya
pergerakan-pergerakan nasionalisme membuat paham nasionalisme semakin
berkembang dan menyebar di berbagai bangsa-bangsa Asia Afrika.
b. PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN NASIONALISME DI INDONESIA
TUMBUHNYA NASIONALISME DI INDONESIA
Karena adanya faktor pendukung diatas maka di
Indonesiapun mulai muncul semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme ini
digunakan sebagai ideologi/paham bagi organisasi pergerakan nasional yang ada.
Ideologi Nasional di Indonesia diperkenalkan oleh Partai Nasional Indonesia
(PNI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk memperjuangkan
kehidupan bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sedangkan cita-citanya
adalah mencapai Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir penjajahan
pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan Nasionalisme dijadikan sebagai
ideologi maka akan menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya,
bahasa, wilayah serta tujuan dan cita-cita. Sehingga akan merasakan adanya
sebuah kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsa tersebut.
PERKEMBANGAN NASIONALISME DI INDONESIA
Sebagai upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di Indonesia
diawali dengan pembentukan identitas nasional yaitu dengan adanya penggunaan
istilah “Indonesia” untuk menyebut negara kita ini. Dimana selanjutnya istilah
Indonesia dipandang sebagai identitas nasional, lambang perjuangan bangsa
Indonesia dalam menentang penjajahan. Kata yang mampu mempersatukan bangsa
dalam melakukan perjuangan dan pergerakan melawan penjajahan, sehingga segala
bentuk perjuangan dilakukan demi kepentingan Indonesia bukan atas nama daerah
lagi.
Perkembangan nasionalisme yang mengarah pada upaya untuk
melakukan pergerakan nasional guna melawan penjajah tidak bisa lepas dari peran
berbagai golongan yang ada dalam masyarakat, seperti golongan terpelajar/kaum
cendekiawan, golongan profesional, dan golongan pers.
a. Golongan Terpelajar
Golongan terpelajar dalam masyarakat Indonesia saat itu
termasuk dalam kelompok elite sebab masih sedikit penduduk pribumi yang dapat
memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan merupakan sebuah
kesempatan yang istimewa bagi rakyat Indonesia. Mereka memperoleh pendidikan melalui
sekolah-sekolah yang didirikan kolonial yang dirasa memiliki kualitas baik.
Dengan pendidikan model barat yang mereka miliki, golongan terpelajar dipandang
sebagai orang yang memiliki pandangan yang luas sehingga tidak sekedar dikenal
saja tetapi mereka dianggap memiliki kepekaan yang tinggi. Sebab selain
memperoleh pelajaran di kelas mereka akan membentuk kelompok kecil untuk saling
bertukar ide menyatakan pemikiran mereka mengenai negara Indonesia melalui
diskusi bersama. Meskipun mereka berasal dari daerah yang berbeda tetapi mereka
merasa senasip sepenanggunagan untuk mengatasi bersama adanya penjajahan,
kapitalisme, kemerosotan moral, peneterasi budaya, dan kemiskinan rakyat
Indonesia. Hingga akhirnya mereka membentuk perkumpulan yang selanjutnya menjadi
Oragnisasi Pergerakan Nasional. Mereka membentu organisasi-organisasi modern
yang berwawasan nasional. Mereka berusaha menanamkan pentingnya persatuan dan
kesatuan bangsa, menanamkan rasa nasionalisme, menanamkan semangat untuk
memprioritaskan segalanya demi kepentingan nasional daripada kepentingan
pribadi melalui organisadi tersebut. Selanjutnya melalui organisasi pergerakan
nasional tersebut mereka melakukan gerakan untuk melawan penjajahan yang
selanjutnya membawa Indonesia pada kemerdekaan.
Jadi Golongan terpelajar memiliki peran yang besar bagi
Indonesia meskipun keberadaannya sangat terbatas (minoritas) tetapi golongan
terpelajar inilah yang menjadi pelopor pergerakan nasional Indonesia hingga
akhirnya kita berjuangan melawan penjajah dan memperoleh kemerdekaan.
b. Golongan
Profesional
Golongan profesional merupakan mereka yang memiliki profesi
tertentu seperti guru, dan dokter.Keanggotaan golongan ini hanya terbatas pada
orang seprofesinya. Golongan profesional ini lebih banyak ada dan mengembangkan
profesinya didaerah perkotaan. Golongan profesional pada masa kolonial memiliki
hubungan yang dekat dengan rakyat, sehingga mereka dapat mengetahui keberadaan
rakyat Indonesia pada saat itu. Sehingga golongan ini dapat menggerakkan
kekuatan rakyat untuk menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda.
1) Peran Guru
·
Guru merupakan ujung tombak perjuangan bangsa
Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya dan berjuang memajukan bangsa Indonesia
dari keterbelakangan.
·
Guru memberikan pendidikan dan pengajaran
kepada generasi penerus bangsa melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada baik
itu sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial maupun sekolah yang
didirikan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia.
·
Melalui pendidikan tersebut guru dapat
menanamkan rasa kebangsaan/ rasa nasionalisme yang tinggi. Sehingga anak-anak
kaum pribumi dapat menyadari dan tekanan dari pemerintah kolonial Belanda.
·
Guru telah membangun dan membangkitkan
kesadaran nasional bangsa Indonesia.
·
Guru telah mendidik dan melahirkan tokoh-tokoh
pejuang yang dapat diandalkan dalam memperjuangkan kebebasan bangsa Indonesia
dari cengkeraman kaum penjajah.
Orang-orang pribumi mulai menghimpun kekuatan dan
berjuang melalui organisasi-organisasi modern yang didirikannya.
Organisasi-organisasi perjuangan yang didirikan oleh kaum terpelajar bangsa
Indonesia dijadikan sebagai wadah perjuangan di dalam menentukan
langkah-langkah untuk mengusir pemerintah kolonial Belanda dan berupaya
membebaskan bangsa dari segala bentuk penjajahan asing.
Bagi guru tempat perjuangan mereka adalah lembaga-lembaga
pendidikan yang ada, di sekolah tersebut guru membangkitkan semangat perjuangan
bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya.
Contoh lembaga pendidikan yang ada, yaitu :
Perguruan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar
Dewantara
Lembaga Pendidikan Perguruan Muhammadiyah didirikan oleh
K.H Achmad dahlan.Melalui gurulah dihasilkan tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia
maupun tokoh-tokoh besar dunia. Di tangan gurulah terletak maju mundurnya
sebuah bangsa. Jadi jika tidak ada guru maka mungkin Indonesia tidak dapat
terbebas dari Kekuasaan kolonial. Pada masa kolonial dokter memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat. Dokter dapat merasakan kesengsaraan dan penderitaan
yang dialami rakyat Indonesia melalui penyakit yang dideritanya. Ia
mendengarkan berbagai keluhan yang dialami oleh rakyat Indonesia. Penderitaan
dan kesengsaraan yang dialami oleh rakyat Indonesia adalah akibat dari berbagai
tekanan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Ketergerakan hati mereka diwujudkan melalui perjuangan dengan membentuk wadah
organisasi yang bersifat sosial dan budaya yang diberinama Budi Utomo yang
didirikan 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo, Dr. Cipto
Mangunkusumo, Dr. Gunawan Mangunkusumo.
c. Golongan Pers
Pers sudah mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-19, dan
masuknya pers di Indonesia memberikan pengaruh yang cukup besar bagi bangsa
Indonesia. Wujud perkembangan pers dapat dilihat dalam bentuk surat kabar
maupun majalah. Awalnya surat kabar yang beredar hanya digunakan untuk
orang-orang asing tetapi karena untuk mengejar pelanggan dari masyarakat
pribumi maka muncul surat kabar yang di modali orang Cina tetapi menggunakan
bahasa Melayu.
Peran media :
Melalui surat kabar terdapat pendidikan politik,
sebab melalui surat kabar tersebut ternyata dimuat isu-isu mengenai masalah
politik yang sedang berkembang sehingga secara tidak langsung melalui surat
kabar tersebut telah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Indonesia.
Melalui Surat kabar/ majalah mempunyai fungsi sosial
dasar yaitu memperluas pengetahuan bagi para pembacanya dan dapat membentuk
pendapat (opini) umum.
Pendidikan sosial politik dapat disalurkan melalui
tulisan-tulisan di surat kabar dan media masa sehingga menumbuhkan pemikiran
dan pandangan kritis pembaca yang dapat membangkitkan kesadaran bersama bagi
bangsa Indonesia.
Surat kabar merupakan media komunikasi cetak yang paling
potensial untuk memuat berita, wawasan dan polemik (tukar pikiran melalui surat
kabar), bahkan ide dan pemikiran secara struktural dapat dikomunikasikan kepada
masyarakat luas.
Meskipun pada masa itu ruang gerak pers dibatasi dan
dikontrol ketat oleh pemerintah kolonial. Tetapi melalui surat kabar tersebut
sebagai sarana untuk menyampaikan segala sesuatu yang dikehendaki dan
diprogramkan oleh pemerintah sehingga sedapat mungkin bisa diinformasikan
kepada masyarakat luar. Dimana pemberitahuannya lebih memihak pada pemerintah
kolonial Hindia Belanda.
Pada masa pergerakan nasional Indonesia, surat kabar
mempunyai peranan yang sangat penting bahkan organisasi pergerakan nasional
Indonesia telah memiliki surat kabar sendiri-sendiri, seperti:
Darmo Kondo (Budi Utomo), Oetoesan Hindia (Sarekat
Islam), Het Tiidsriff dan De Expres (Indische Partij), Indonesia
Merdeka (Perhimpunan Indonesia), Soeloeh Indonesia Moeda (PNI), Pikiran
Rakyat (Partindo), Daulah Ra’jat (PNI Baru)
Surat kabar yang
dimiliki oleh organisasi-organisasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk
menyampaikan bentuk-bentuk perjaungan kepada rakyat, agar rakyat dapat
mengetahui dan memberikan dukungan kepada organisasi-organisasi itu.
Nasionalisme di Indonesia mengalami kemajuan dan
perkembangan yang sangat pesat ketika secara resmi Budi Utomo diakui oleh
Pemerintah Belanda pada tahun 1908. Secara singkat perkembangan nasionalisme
Indonesia menjadi lebih ramai sejak berdiri Budi Utomo hingga Proklamasi
Kemerdekaan. Sejak budi utomo berdiri organisasi-organisasi yang mengusahakan
perbaikan dan kondisi rakyat Indonesia.
Tahapan perkembangan nasionalisme Indonesia
adalah sebagai berikut.
a) Periode Awal
Perkembangan
Dalam periode ini gerakan nasionalisme diwarnai dengan
perjuangan untuk memperbaiki situasi sosial dan budaya. Organisasi yang muncul
pada periode ini adalah Budi Utomo, Sarekat Dagang Indonesia, Sarekat Islam,
dan Muhammadiyah.
b) Periode
Nasionalisme Politik
Periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia mulai
bergerak dalam bidang politik untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Organisasi
yang muncul pada periode ini adalah Indische Partij dan Gerakan Pemuda.
c) Periode Radikal
Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia
ditujukan untuk mencapai kemerdekaan baik itu secara kooperatif maupun non
kooperatif (tidak mau bekerjasama dengan penjajah). Organisasi yang bergerak
secara non kooperatif, seperti Perhimpunan Indonesia, PKI, PNI.
d) Periode Bertahan
Periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia lebih
bersikap moderat dan penuh pertimbangan. Diwarnai dengan sikap pemerintah
Belanda yang sangat reaktif sehingga organisasi-organisasi pergerakan lebih
berorientasi bertahan agar tidak dibubarkan pemerintah Belanda. Organisasi dan
gerakan yang berkembang pada periode ini adalah Parindra, GAPI, Gerindo.
Dari perkembangan nasionalisme tersebut akhirnya mampu
menggalang semangat persatuan dan cita-cita kemerdekaan sebagai bangsa
Indonesia yang bersatu dari berbagai suku di indonesia.
Analisis
Ada beberapa
faktor yang menyebabkan lahirnya nasionalisme Indonesia.Secara umum bisa
dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor yang berasal dari dalam dan luar.
Faktor dari dalam
antara lain sebagai berikut.
- Seluruh Nusantara telah menjadi kesatuan politik, hukum, pemerintahan, dan berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Ironisnya adalah eksploitasi Barat itu justru mampu menyatukan rakyat menjadi senasib sependeritaan.
- Munculnya kelompok intelektual sebagai dampak sistem pendidikan Barat. Kelompok inilah yang mampu mempelajari beragam konsep Barat untuk dijadikan ideologi dan dasar gerakan dalam melawan kolonialisme Barat.
- Beberapa tokoh pergerakan mampu memanfaatkan kenangan kejayaan masa lalu (Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram) untuk dijadikan motivasi dalam bergerak dan meningkatkan rasa percaya diri rakyat di dalam berjuang menghadapi kolonialisme Barat.
Faktor dari
luar antara lain sebagai berikut.
- Adanya All Indian National Congress 1885 dan Gandhiisme di India.
- Adanya kemenangan Jepang atas Rusia (1905), yang menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa-bangsa Barat.
- Munculnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia, seperti: liberalisme, demokrasi, nasionalisme; yang kesemuanya mempercepat lahirnya Nasionalisme Indonesia.
Nasionalisme Indonesia muncul sebagai reaksi
dari kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang ditimbulkan oleh adanya
kolonialisme.Oleh karena itu, gerakan nasionalisme pada awal abad XX tidak bisa
dipisahkan dari praktik kolonialisme sebab keduanya merupakan hubungan sebab
akibat.Hanya saja, pada tahap awal nasionalisme berkembang pada tingkat elite
yaitu kelompok bangsawan terpelajar.
Nilai edukatif : kita bisa belajar bagaimana masyarakat Indonesia dulu
mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, dan sudah seharusnya kita
menanamkan kembali rasa nasionalisme bangsa Indonesia agar kita tidak di jajah
kembali oleh bangsa lain
Nilai Inspiratif :
kita bisa mengambil tentang pentingnya rasa nasionalisme (rasa memiliki) karena
dengan adanya rasa nasionalisme kita bisa membuat bangsa kita merdeka dan
mempertahankannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar